Tapanuli Selatan —RajaPewarta- Upaya pemulihan wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan terus dilakukan secara terpadu. Pada Kamis (15/1/2026), personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II bersama unsur TNI dan Polri melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan serta pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Batang Toru.
Kegiatan yang berlangsung di sejumlah desa, yakni Desa Huta Godang, Desa Batu Horing, Desa Napa, dan Desa Batu Hula. Sebanyak 88 personel diterjunkan langsung ke lapangan dari total satu SSK, termasuk dukungan tim dapur lapangan dari Kantor Camat Batang Toru. Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin oleh Danki Satgas AKP Tahi Parulian Hutagalung.
Fokus utama kegiatan meliputi pembersihan rumah dan halaman warga yang tertimbun material banjir dan longsor, penyusunan lantai kayu tenda hunian sementara (huntara), serta pembukaan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap). Personel gabungan bekerja secara bergotong royong dengan menggunakan peralatan manual hingga alat berat untuk mempercepat proses pemulihan.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya soal membersihkan material, tetapi juga bagaimana menghadirkan kembali rasa aman dan harapan bagi masyarakat. Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk membantu warga bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara bertahap,” ujar AKP Tahi Parulian Hutagalung.
Hasil yang dicapai pada kegiatan tersebut antara lain penyusunan lantai kayu huntara di Desa Batu Hula, pembersihan beberapa rumah warga di Desa Huta Godang dan Desa Batu Horing, serta pembukaan lahan dan akses jalan menuju lokasi pembangunan hunian tetap di Desa Napa. Progres pembersihan rumah warga dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan dan tingkat kerusakan.
Melalui kegiatan ini, Brimob bersama unsur TNI dan Polri menegaskan perannya tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi kemanusiaan, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana alam di Sumatera Utara.(siti haj)
