Medan, 24 Juli 2026 – RajaPewarta-
Pimpinan Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya salah satu peserta didik Pendidikan Pertama (Secata) TNI Angkatan Darat, Siswa Genital Gavensi Gulo, yang berlangsung di lingkungan Resimen Induk Kodam I/Bukit Barisan.
Peristiwa ini menyita perhatian luas masyarakat, sehingga Kodam I/BB berkomitmen menyajikan informasi yang terbuka, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai prinsip Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).
Rangkaian Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan resmi, kejadian bermula pada Senin, 20 Juli 2026. Sekira pukul 04.00 WIB, almarhum diketahui tidak hadir pada kegiatan rutin senam pagi. Satuan segera melakukan pengecekan dan pencarian menyeluruh di seluruh lingkungan asrama serta area sekitar pendidikan.
Sekitar pukul 10.25 WIB, almarhum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi tergantung di salah satu pohon di area belakang lingkungan Secata Rindam I/BB. Tim gabungan segera menurun ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian serta melakukan penanganan pertama sesuai prosedur standar.
Hasil Penyelidikan & Hasil Otopsi
Untuk memastikan objektivitas dan kebenaran fakta, dibentuk Tim Investigasi Gabungan yang terdiri dari unsur Staf Intelijen, Pomdam I/BB, Kesdam I/BB, Kumdam I/BB, Deninteldam, serta didampingi tim medis dan ahli forensik dari RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam serta kesimpulan otopsi medis:
✅ Penyebab kematian teridentifikasi akibat tindakan bunuh diri
✅ Tidak ditemukan adanya bekas kekerasan fisik, penganiayaan, atau keterlibatan pihak lain
✅ Dalam catatan pengamatan lingkungan, almarhum dikenal sebagai sosok yang pendiam
✅ Pihak keluarga telah mengetahui hasil sementara, memberikan izin pelaksanaan otopsi, serta telah menerima penjelasan yang disampaikan pihak satuan
Penanganan Jenazah
Pada Selasa, 21 Juli 2026 pukul 11.00 WIB, jenazah almarhum Genital Gavensi Gulo telah diberangkatkan dari RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar menuju kampung halamannya di Desa Laloanna I, Kecamatan Maro'o, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara untuk dimakamkan secara layak bersama keluarga besarnya.
Pernyataan Resmi Kapendam I/Bukit Barisan
Menanggapi berbagai perkembangan dan pertanyaan masyarakat, Kapendam I/BB menyampaikan pernyataan sikap:
"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum. Kodam I/Bukit Barisan menangani peristiwa ini secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku."
Terkait penyebaran informasi, ditegaskan pula:
"Sesuai amanat UU KIP, kami berkewajiban menyampaikan fakta yang sah agar masyarakat mengetahui kebenaran. Namun kami juga mengajak segenap elemen untuk menghormati privasi serta kesedihan keluarga yang ditinggalkan, tidak membuat dugaan-dugaan tanpa bukti, serta menghentikan narasi yang tidak berdasar demi menghargai almarhum dan keluarganya."
Lanjut beliau menegaskan komitmen pembinaan:
"Peristiwa ini menjadi perhatian serius kami. Kami akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pembinaan, pengawasan, serta pendampingan psikologis bagi seluruh peserta didik agar hal serupa tidak terulang. Saat ini tim masih mendalami lebih lanjut mengenai motivasi dan latar belakang mengapa hal itu terjadi."
Penutup
Kodam I/Bukit Barisan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan doa dari seluruh lapisan masyarakat. Semoga arwah almarhum diterima di sisi Yang Maha Kuasa, ditempatkan di tempat yang paling mulia, serta diberikan ketabahan dan kekuatan yang tak terhingga bagi keluarga yang ditinggalkan.
(Siti h)

