LEPAS kloter 17 KEBERANGKATAN JAMAAH HAJI 2026: TANAMKAN KESALEHAN, TEGASKAN DISIPLIN DAN PERSAUDARAAN

Advertise

LEPAS kloter 17 KEBERANGKATAN JAMAAH HAJI 2026: TANAMKAN KESALEHAN, TEGASKAN DISIPLIN DAN PERSAUDARAAN

SITI SARAH
Minggu, 10 Mei 2026

 
MEDAN – Prosesi pelepasan keberangkatan jamaah haji asal Kota Medan tahun 2026 berlangsung khidmat dan penuh haru, pagi ini. Acara dihadiri langsung oleh , Bapak kanwil Dr. H. Zulkifli Sitorus,Ma, Doktor Irwansyah, kemenag serdang bedage,yang hadir mewakili pemerintah daerah guna memastikan seluruh jamaah asal Medan berangkat menuju bandara dengan tertib, aman, dan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
 
Di samping Beliau, turut hadir sejumlah pejabat penting, tokoh masyarakat serta petugas pendamping keberangkatan, antara lain Muhammad David Saragi selaku Ketua Kloter 17B, yang memimpin dan mengoordinasikan jamaah dalam kloter tersebut agar seluruh persiapan berjalan lancar dan tertib. Hadir juga Bapak kesra perwakilan Kota Medan, serta Bapak Doktor Jalaludin yang bertindak sebagai pembina pembinaan jamaah haji. Hadir pula Ustadz Ridwan, serta perwakilan dari luar daerah yaitu tokoh perempuan yang mewakili Pemerintah Kota Padang Sidempuan, turut menyemangati para calon jamaah. Tak ketinggalan, tim penyelenggara dari P3A yang selama ini bekerja aktif dan berdedikasi hingga tahap akhir keberangkatan, serta para awak media yang setia meliput momen sakral ini, termasuk Pak Budi yang mewakili rekan-rekan pers.
 
Dalam arahannya, disampaikan pesan mendalam mengenai hakikat ibadah haji. "Akan timbul dan muncul dalam diri kita semua kesalehan pribadi dan juga kesalehan sosial. Oleh karena itu, kami berharap agar dibangun rasa saling tolong-menolong. Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an bahwa sesama manusia saling membantu dalam hal-hal yang baik dan bernilai ketakwaan, serta segala nilai-nilai kebaikan. Jangan lagi ada rasa kebencian satu sama lain, karena sesungguhnya sifat dan sikap seperti itu adalah perbuatan yang tidak baik dan sangat dibenci oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala," tegasnya.
 
Para jamaah juga diingatkan agar bijak dalam menyiapkan perlengkapan dan barang bawaan. "Karena terlalu banyak di antara kita yang meninggalkan hal-hal yang pokok dan penting, malah yang tidak pokok justru yang akhirnya dibawa. Sekali lagi, ikutilah aturan dan jadilah pribadi yang disiplin, Bapak Ibu sekalian," imbau penyelenggara.
 
Poin penting lainnya yang ditekankan adalah rasa persatuan dan kesatuan antar jamaah. "Kami berharap meskipun mayoritas di sini adalah jamaah asal Kota Medan, namun ada sekitar 5 orang Bapak Ibu dari daerah lain, termasuk ibu-ibu dan saudara kita perempuan yang berasal dari luar wilayah Medan. Jangan pernah merasa kecil hati atau merasa berbeda ya, karena sesungguhnya kalian semua adalah saudara. Di sini kita adalah jamaah haji Kloter 17, bukan lagi sekadar warga kota Medan saja. Begitu nanti tiba di Tanah Suci, Bapak dan Ibu sekalian semuanya adalah jamaah haji Indonesia, satu kesatuan utuh," ujarnya menegaskan.
 
"Oleh karena itu, jangan ada lagi sikap saling membedakan, saling memilah-milah asal daerah. Tetaplah saling membantu, saling memperhatikan satu sama lain. Yang jumlahnya sedikit atau yang berasal dari luar kota jangan merasa kecil hati, karena kita semua ini adalah saudara seiman. Kita berdiri di atas nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan yang sama, bersatu hati melaksanakan ibadah haji pada tahun ini," tambahnya penuh harap.
 
Selain pesan persaudaraan, penyelenggara juga kembali mengingatkan aturan ketat yang berlaku di Arab Saudi, khususnya terkait larangan merekam gambar atau video sembarangan. "Perlu kami ingatkan kembali: baru kemarin ada kasus jamaah asal Indonesia yang ditangkap, bahkan hampir saja dideportasi hanya karena memvideokan seorang wanita warga Arab Saudi. Padahal rekaman itu hanya sekitar 10 detik saja. Namun karena beliau merasa tidak nyaman dan tidak terima, ia melapor. Akibatnya jamaah kita itu ditahan dan nyaris pulang sebelum beribadah. Arab Saudi sangat tegas menerapkan aturan demi menjaga privasi dan adat setempat. Hindari hal itu demi keamanan diri sendiri dan nama baik bangsa," ungkapnya.
 
Selain itu, jamaah juga diingatkan kembali terkait pengaturan barang bawaan, batasan muatan, serta aturan pengiriman barang agar sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan kendala baik saat keberangkatan, selama di sana, maupun saat akan pulang kembali ke Indonesia.
 
Semua pesan ini ditujukan agar Bapak dan Ibu sekalian dapat melaksanakan ibadah haji dengan sebaik-baiknya, mematuhi semua aturan, dan kelak pulang kembali ke tanah air menjadi pribadi yang jauh lebih baik, membawa kesalehan serta gelar haji mabrur yang diterima Allah SWT.
 
Acara ditutup dengan bacaan hamdalah dan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah diberi kemudahan, kesehatan, keselamatan, serta senantiasa dalam lindungan allah SWT.